Rabu, 05 Mei 2010

Potensi Sumber Gempa Bumi dan Tsunami di Provinsi Banten

Potensi Sumber Gempa Bumi dan Tsunami di Provinsi Banten
1. Selat Sunda Wilayah Provinsi Banten
Berupa gempa bumi dengan magnitudo < 6.0 Skala Richter, kecuali wilayah Ujungkulon berkisar 5.0 – 6.0 Skala Richter. Peluang terjadinya tsunami di kedua wilayah ini cukup kecil.
Selat Sunda Wilayah Provinsi Lampung bagian selatan
Berupa gempa bumi dengan peluang terjadinya tsunami cukup besar, mengancam pantai barat Provinsi Banten, dengan waktu tempuh gelombang tsunami 30-45 menit.
Samudra India sebelah barat Provinsi Lampung
Berupa gempa bumi yang berpotensi menimbulkan tsunami yang mengancam pesisir barat dan pesisir selatan Provinsi Banten, dengan waktu tempuh rata-rata gelombang tsunami 90 – 135 menit.

Samudra India sebelah selatan Kebupaten Sukabumi
Berupa gempa bumi yang berpotensi menimbulkan tsunami yang mengancam pesisir selatan Provinsi Banten, dengan waktu tempuh rata-rata gelombang tsunami 90 – 120 menit.

Daratan Provinsi Banten sendiri
Berupa gempa bumi dengan magnitudo 4.0 – 6.0 Skala Richter, dengan konsentrasi di wilayah Kabupaten Pandeglang sebelah selatan, yang mencakup Kecamatan Sumur, Kecamatan Cimanggu, Kecamatan Cibaliung, Kecamatan Cikuesik, Kecamatan Cigeulis, Kecamatan Munjul, Kecamatan Angsana, Kecamatan Panimbang, Kecamatan Pagelaran, Kecamatan Picung dan Kecamatan Bojong.

Kenali dan biasakan merasakan gempa yang terjadi di lingkungan kita walaupun skalanya kecil.
Perhatikan daerah-daerah rawan gempa atau rawan longsor.
Selalu mengikuti berita tentang gempa baik di koran, radio maupun di televisi

Tsunami berasal dari kata :
Tsu = Pelabuhan
Nami = Gelombang

Jadi Tsunami berarti gelombang yang menyerang pelabuhan atau daratan
Tsunami adalah gelombang laut yang disebabkan oleh gempa bumi, atau letusan gunung berapi yang terjadi di laut. Gelombang tsunami bergerak dengan kecepatan ratusan kilometer per jam di lautan dalam dan dapat melanda daratan dengan ketinggian gelombang mencapai 30 meter atau lebih.
Tsunami terjadi jika : - Gempa besar dengan kekuatan gempa > 6.3 SR. - Lokasi pusat gempa di laut. - Kedalaman dangkal < 40 km. - Terjadi deformasi vertikal dasar laut.
Mengenal Tanda Datangnya Tsunami :
Sebelum datang tsunami terlebih dahulu akan terasa getaran kuat akibat gempa bumi yang terjadi pada jarak < 200 km dan biasanya diikuti dengan surutnya permukaan air laut serta beberapa saat kemudian terdengar suara gemuruh.
Jika anda merasakan adanya getaran gempa untuk waktu 30 detik di daerah pantai, segera tinggalkan pantai dan pergi ke tempat dengan ketinggian lebih dari 12 m.



Kondisi cuaca yang harus diwaspadai
Puting Beliung, adalah angin kencang yang berpilin-pilin dengan kecepatan 65-180 km/jam dan berlangsung sekitar 5-20 menit.
Hujan es, adalah hujan dalam bentuk padat (es) yang jatuh hingga ke permukaan tanah, biasanya dihasilkan oleh awan Cumulonimbus (Cb) aktif.
Badai Tropis, adalah pusaran angin raksaksa yang tumbuh di atas laut yang panas, pusat tekanan rata-rata 950 mb, kecepatan angin lebih besar dari 118 km/jam.
Cuaca Ekstrim, adalah kondisi cuaca yang ditengarai dengan kecepatan angin > 45 km/jam, suhu > 35°C dan <17°C, serta kelembaban udara <40%.




Bagaimana kita mengamati awan :
Perhatikan bentuk dan pertumbuhannya, jika awan berbentuk seperti kembang kol itu menandakan ada pertumbuhan awan karena pemanasan dan jika beberapa jam makin membesar kemungkinan untuk terjadi hujan besar, lihat juga warna awannya jika mulai berwarna keabu-abuan menandakan hujan akan turun.
Jika awan tersebut merata di atas kita, waspadai akan adanya bahaya angin puting beliung/ badai dan petir yang dapat membahayakan jiwa kita.



Sebagai fenomena alam, cuaca sulit atau bahkan tidak dapat dihindari. Manusia hanya dapat menyesuaikan aktivitasnya dengan kondisi cuaca tertentu.
PUTING BELIUNG
Definisi : angin kencang yang datang secara tiba-tiba, mempunyai pusat dan bergerak melingkar seperti spiral hingga menyentuh permukaan bumi serta punah dalam waktu singkat (3 - 5 menit)
Sifat-sifat angin puting beliung:
Sangat lokal
Luasnya berkisr 5 – 10 km
Waktunya singkat sekitar 3 – 5 menit
Lebih sering terjadi pada peralihan musim (pancaroba)
Lebih sering terjadi pada siang atau sore hari, dan terkadang malam hari
Bergerak secara garis lurus
Tidak bisa diprediksi secara spesifik
Hanya berasal dari awan Cumulonimbus, tetapi tidak semua awan Cb menimbulkan puting beliung
Kemungkinannya kecil untuk dapat terjadi lagi di tempat yang sama
Indikasi akan terjadinya angin punting beliung
Satu hari sebelumnya udara pada malam hari hingga pagi hari terasa panas dan gerah
Mulai pukul 10.00 pagi terlihat tumbuh awan Cumulus (awan berlapis-lapis), diantaranya awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi seperti bunga kol
Tahap berikutnya awan tersebut akan cepat berubah warna menjadi abu-abu / hitam
Pepohonan disekitar tempat kita berdiri ada dahan atau ranting yang mulai bergoyang cepat
Terasa ada sentuhan udara dingin disekitar tempat kita berdiri
Biasanya hujan yang pertama kali turun adalah hujan deras tiba-tiba, apabila hujannya gerimis maka kejadian angin kencang jauh dari tempat kita
Jika 1 – 3 hari berturut-turut tidak ada hujan pada musim penghujan, maka ada kemungkinan hujan deras yang pertama kali turun diikuti angin kencang baik yang masuk dalam kategori puting beliung maupun yang tidak

Antisipasi dampak puting beliung
Menebang pohon yang rimbun dan tinggi serta rapuh untuk mengurai beban pada pohon tersebut
Memperkuat atap rumah yang rapuh
Menjauh dari lokasi kejadian apabila mengetahui adanya indikasi akan terjadi puting beliung
Ketika terjadi puting beliung cepat berlindung dengan cara merapatkan tubuh kedinding bangunan yang kokoh, tengkurap di lantai dengan tangan melindungi kepala dan jangan berlindung di dalam mobil
Jangan berdiri di bawah pohon di lapangan terbuka
Jangan berenang
Jangan bermain golf jangan beraktivitas dengan dilapangan terbuka jangan menggunakan telepon

Potensi Bencana Alam di Provinsi Banten
Potensi Bencana Alam di Provinsi Banten
Potensi Bencana Alam di Provinsi Banten
Potensi Bencana Kombinasi antara Peristiwa Alam dan Peristiwa Buatan Manusia di Provinsi Banten
POTENSI BENCANA


Kesimpulan
Kecuali Pulau Kalimantan, tidak ada tempat di Indonesia yang bebas dari ancaman gempa bumi.
Mengingat gempa bumi belum bisa diramalkan, maka upaya-upaya untuk mengurangi dampaknya menjadi sangat penting.
Secanggih apa pun sensor, tetaplah sensor, yang tidak mampu menerka kejadian sedetik pun sebelum terjadi. Karena itu, sangatlah salah jika beranggapan bahwasanya BMKG otomatis menjadi “bisa segala-galanya” karena sudah dilengkapi dengan alat canggih tadi.
Kemampuan memprediksi tetap menjadi kekuatan otak manusia sesuai kodratnya.
Apa yang harus dilakukan?
Pelajari dan pahami jenis bencana yang ada dan potensinya di wilayah kita;
Ukur kemampuan diri dan instrumen yang tersedia / yang ada untuk menghadapinya;
Ambil sikap : melawan, menyerah atau menyiasatinya.

0 komentar:

Posting Komentar